Just decontaminate my mind

Selamat Hari Raya Idul Fithr … dan Makna Idul Fithr

October 1, 2008 – 11:10 am | by ghuroba 227 views

Bulan Ramadhan sudah berlalu, dan sekarang sudah masuk di bulan Syawal, mumpung masih dalam suasana Lebaran dan Hari Raya Idul Fithr (bukan Fithrah) saya mengucapkan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat di seluruh dunia “Selamat Hari Raya Idul Fithr”. Semoga amal ibadah kita khususnya di bulan Ramadhan baik yang baru saja kita lewati atau sudah terlewati diterima ALLAH Azza wa Jalla …

Eits .. kenapa kok bukan Fithri ..??  Apa Makna Idul Fithr …??

Umumnya banyak kaum muslimin masih mengaitkan Hari Raya Idhul Fithr dengan acara saling ma’af mema’afkan atau kalo di instansi² pemerintah atau pertemuan keluarga besar disebut dengan acara hala bi halal (saya tidak tahu asal muasal tradisi ini). Mereka beranggapan bahwa di hari raya tersebut mereka seperti kembali suci dan bersih dari dosa² (Insya ALLAH).

Apa makna sebenarnya dari Hari Raya Iedhul Fithr tersebut ..??

Seringkali kita mendengar dari para Khatib (penceramah/muballigh) di mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu maknanya -menurut persangkaan mereka- ialah “Kembali kepada Fitrah”, Yakni : Kita kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa kita.

Penjelasan mereka sesungguhnya tidaklah benar …, berikut penjelasannya (dikutip dari penjelasan Al Ustad Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafidzahuloh)

Pertama :
“Adapun kesalahan mereka menurut lughoh/bahasa, ialah bahwa lafadz Fithru/ Ifthaarartinya menurut bahasa : Berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi Idul Fithri artinya “Hari Raya berbuka Puasa”. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita berpuasa. Sedangkan “Fitrah” tulisannya sebagai berikut [Fa-Tha-Ra-] dan [Ta marbuthoh] bukan [Fa-Tha-Ra]“.

Kedua :
“Adapun kesalahan mereka menurut Syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa “Idul Fithri” itu ialah “Hari Raya Kita Kembali Berbuka Puasa”.

“Artinya :Dari Abi Hurairah (ia berkata) : Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. “Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adlha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.

[Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252 dengan beberapa jalan dari Abi Hurarirah sebagaimana telah saya terangkan semua sanadnya di kitab saya "Riyadlul Jannah" No. 721. Dan lafadz ini dari riwayat Imam Tirmidzi]

Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni :

“Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul) Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka”.

Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah :

“Artinya : (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adlha pada hari kamu menyembelih hewan”.

Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud:

“Artinya : Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (Idul) Adlha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan”.

Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat I’ed. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama. Itulah arti Idul Fithri! Demikian pemahaman dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada khilaf diantara mereka.

jadi Al Fithr artinya bukan “kembali kepada fithrah”, karena kalau demikian niscaya terjemahan hadits menjadi : “Al-Fithru/suci itu ialah pada hari kamu bersuci”. Tidak ada yang menterjemahkan dan memahami demikian kecuali orang-orang yang benar-benar jahil tentang dalil-dalil Sunnah dan lughoh/bahasa.

Sedangkan tradisi saling berma’af ma’afan pernah ditanyakan kepada salah satu kibar Ulama di Saudi bahwa hal tersebut tidak mengapa, tetapi perlu dipahami bahwa memohon maaf sesungguhnya adalah langsung disa’at kita merasa telah mendzalimi orang lain atau berbuat dosa. Tidak hanya dalam rangka Hari Raya Idhul Fithri saja ..

semoga penjelasan ini bermanfa’at ..

Allohu’alam bi showab.

Tags: , , ,

Related Post

    None Found
  1. 2 Responses to “Selamat Hari Raya Idul Fithr … dan Makna Idul Fithr”

  2. By Wempi on Oct 10, 2008 | Reply

    selamat hari raya

    [Reply]

  3. By heddy on Oct 17, 2008 | Reply

    selamat hari raya idul fithr ya…

    [Reply]

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to blogging activity, blogging tips, wordpress tips, wordpress themes info, wordpress plugins, and some my journal, opinion about blogging and my life activity. More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Join My Community at MyBloglog!